News

Manfaatkan Libur Sidang, Pengacara Ajak Istri ke Festival Rawa Belong

×

Manfaatkan Libur Sidang, Pengacara Ajak Istri ke Festival Rawa Belong

Sebarkan artikel ini
Pengacara Anto Slamet saat berbelanja di Festival Bandeng di Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa (28/1/2025).(Aris)
Pengacara Anto Slamet saat berbelanja di Festival Bandeng di Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa (28/1/2025).(Aris)

KITAINDONESIASATU.COM – Pagi-pagi Anto Slamet mengeluarkan mobil. Hari ini, Selasa (28/1/2025), pegiat sosial di lingkungan rumahnya sengaja berkunjung di acara Festival Bandeng di Jalan Sulaiman Rawa Belong , Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kawasan Rawa Belong memang tak asing bagi pria yang berprofesi sebagai pengacara ini. Masa remaja pernah ia habiskan bergaul di kawasan ini. 

Maklum, tak jauh dari tempatnya dulu kuliah di Universitar Tarumanegara, pada 1984 lalu. “Dari rumah saya ke Rawa Belong cuma selemparan batu,” kata pria berusia 59 tahun itu tertawa.

Ia sengaja mengajak istri untuk berbelanja di sana. “Hari ini tidak ada acara sidang, lantaran pemerintah menetapkan libur cuti bersama,” ujarnya.

“Jadi, saya bisa datang ke festival ini,” ujar pria yang tinggal di kawasan Jelambar, Jakarta Barat ini kepada kitaindonesiasatu.com, pada Selasa di Jakarta.

Menjelaskan rutinitas kesehariannya, ia mengatalan belakangan ini lebih banyak menangani perkara-perkara gugatan cerai di Pengadilan Agama, ketimbang beracara di Pengadilan Negeri. 

“Saya tiap tahun sengaja kesini, belanja ikan bandeng,” ujarnya. Kali ini, lanjutnya, ia memborong ikan bandeng sebanyak tiga ekor dengan berat keseluruhan sekitar lima kilogram. 

Biasanya, setelah tiba di rumah bandeng tersebut dimasak istri. “Kalau sudah masak, saya kerap mengajak tetangga untuk menyantap bandeng bersama,” ujarnya.

Hamparan ikan bandeng memang terlihat di mana-mana di area festival. Sebanyak 30 pedagang ada di sana, sebanyak 20 lapak menjual ikan bandeng. Selainnya, menjual berbagai kuliner khas Betawi

Salah seorang pedagang, Heri, menawarkan seekor bandeng kepada pembeli yang mendatangi lapaknya. 

Ia menunjukkan bandeng terbesar dengan bobot lima kilogram kepada pembeli.

“Per kilo Rp 70-80 ribu. Ini paling besar yang ada di lapak saya,” ucap Heri kepada pembeli yang menghampiri dagangannya.

Pria ini sengaja membeli ikan bandeng langsung dari nelayan Muara Baru, Jakarta utara, sebanyak tiga kuintal. 

Ia telah berjualan sejak subuh di festival ini, sekitar pukul 2 siang, stoknya sudah habis setengah. Artinya, sekitar 150 kilogram bandeng sudah terjual.

Pedagang lain bernama Hambali, juga mengungkapkan bahwa dagangan sudah  satu kuintal ikan bandeng diborong pembeli yang datang ke lapaknya. 

Laki-laki yang juga tinggal di Rawa Belong ini membawa stok dua kuintal bandeng yang juga dibeli dari Muara Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *