News

Lima Ribu Nyawa Melayang di Jalanan Jatim, 229 Terjadi di Gresik Faktor Utama Human Error

×

Lima Ribu Nyawa Melayang di Jalanan Jatim, 229 Terjadi di Gresik Faktor Utama Human Error

Sebarkan artikel ini
laka trailer
Kondisi depan truk mengalami ringsek hingga tak terbentuk, namun pengemudi selamat. foto: AKP Musihram/ Polsek Driyorejo

KITAINDONESIASATU.COM – Tingginya angka kecelakaan masih menjadi pekerjaan rumah jajaran pemerintahan daerah Jawa Timur dan Polda Jatim dan seluruh masyarakat Jatim untuk aktivitas di tahun 2025.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polkda Jatim sebanyak 27.775 kecelakaan lalu lintas terjadi di jalanan wilayah Jawa Timur.

Dari jumlah kecelakaan sebbanyak itu diketahui sebanyak 5.091 orang dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa itu.

Dari 5.091 orang korban meningga terinci, sebanyak korban luka berat sebanyak 412 orang, korban luka ringan 38. 436 orang.

Taknya kerugian nyawa dari peristiwa itu juga menimbulkan kerugian material, dari 27 ribu kecelakaan lalu lintas tersebut menyebabkan kerugian material mencapai Rp35,8 Miliar.

Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas di tahun 2024 turun ini sebenarnya turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023, yakni 31.991 kasus.

Di tahun 2023 sebanyak 5.341 korban meninggal dunia, 352 korban luka berat, 42.917 korban luka ringan, dengan kerugian material mencapai Rp40,6 Miliar.

BERITA KECELAKAAN GRESIK LAINNYA: Ngeri! Adu Banteng Truk Tronton vs Truk Gandeng di Gresik, Warga Kediri Selamat

Dengan demikian kejadian lalu lintas di Jatim turun sekitar 15 persen, setelah melalui beberapa tahapan.

“Mulai dari kegiatan preventif hingga penegakan hukum,” ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin, Selasa (31/12/2024).

Kegiatan preventif ini seperti operasi penilangan untuk menjaring pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas di jalan raya.

Selama 2024, Ditlantas Polda Jatim berhasil menilang 345.595 pelanggar lalu lintas.

Angka ini naik signifikan dibanding pencapaian tahun 2023, yakni sebanyak 213.053 pelanggar lalu lintas ditilang.

“Kita tidak main-main dalam setiap pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan orang lain,” tukasnya.

Sementara angka kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Gresik selama tahun 2024 jumlah kecelakaan mencapai 1.107 kejadian kecelakaan.

Dari jumlah itu tercatat 229 korban meninggal dunia, dan luka berat sebanyak 22 orang serta luka ringan mencapai 1.374 orang.

Di Gresik angka kecelakaan juga mengalami penurunan sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya 2023 tercatat jumlah kecelakaan 1.169 kejadian.

Dengan rincian korban meninggal sebanyak 223 artinya jumlah korban meninggal mengalami peningkatan meskipun jumlah kejadian menurun.

Sementara untuk korban luka berat yang sebelumnya 3 orang pada tahun 2024 jumlahnya mencapai 22 orang dan untuk korban luka ringan juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2023 angka korban luka-luka ringan sebanyak 1.369 orang kini jumlahnya mencapai 1.374 orang.

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Achmad Andri Aswoko mengungkapkan faktor utama yang mendominasi kecelakaan di wilahnya adalah kelalaian dan pelanggaran lalu lintas.

“Faktor yang mendominasi terjadi kecelakaan karena kelalaian dan diawali pelanggaran lalu lintas,” kata Aswoko sembari mengatakan untuk kerugian material Rp2 miliar.

Faktor human error atau faktor manusia menjadi perhatian khusus dengan adanya kondisi ini, diperlukan upaya peningkatan kesadaran berlalu lintas, harapannya bisa menekan angka kecelakaan sekecil mungkin. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *