KITAINDONESIASATU.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Garut pada tahun 2024 terbilang tinggi.
Berdasarkan informasi diterima kitaindonesiasatu.com, hingga akhir Desember 2024, di Kabupaten Garut tercatat 3.269 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan 14 orang di antaranya meninggal dunia.
Jumlah kasus sebanyak itu, meningkat hampir lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Garut, Asep Surachman dalam sebuah keterangan yang juga diterima kitaindonesiasatu.com.
“Meningkat hampir 800 kasus DBD pada 2024, atau hampir lima kali lipat dari tahun sebelumnya, begitu juga dengan angka kematian yang juga mengalami kenaikan,” jelasnya pada Jumat 3 Januari 2025 di Garut.
Asep menjelaskan bahwa salah satu penyebab tingginya kasus DBD di Garut adalah faktor cuaca, khususnya musim hujan dengan durasi yang cukup lama, yang menyebabkan berkembangnya jentik nyamuk Aedes aegypti dengan cepat.
“Selain itu, kondisi lingkungan yang banyak terdapat genangan air juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk DBD,” tambahnya.
Tingkat kesadaran masyarakat terhadap Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M (Menguras, Mengubur, Menutup) juga masih rendah, memperburuk situasi ini.
Asep mengungkapkan bahwa penyebaran DBD tidak hanya terjadi di Garut, tetapi juga di berbagai wilayah di Indonesia yang menunjukkan angka paparan yang tinggi.


