KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan pergantian besar-besaran terhadap pohon-pohon tua yang dinilai berisiko tumbang di tengah puncak musim hujan. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan warga dan mencegah jatuhnya korban jiwa akibat insiden pohon roboh yang belakangan meningkat.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, menegaskan bahwa pohon yang sudah terlalu tua atau rapuh akan diganti dengan jenis baru yang berakar kuat, bertajuk ringan, dan tahan angin kencang.
“Langkah ini kami ambil agar ruang hijau tetap asri, tapi aman bagi masyarakat, terutama di musim hujan seperti sekarang,” kata Fajar dalam siaran pers, Sabtu malam (1/11).
Sejumlah jenis pohon unggulan yang direkomendasikan untuk menggantikan pohon tua antara lain: Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) — Tajuknya ringan, daun kecil, dan tumbuh cepat; tahan terhadap cuaca ekstrem, Pohon Tanjung (Mimusops elengi) — Kokoh dan tahan angin, cocok sebagai peneduh tanpa mudah rontok, Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) — Tajuk lebar tapi jarang patah, efektif menyerap polusi udara, dan Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) — Menjulang ramping seperti cemara, aman di jalan sempit dan tahan terpaan angin.
Fajar menjelaskan, pemilihan jenis pohon ini bukan sekadar estetika, tapi strategi keselamatan kota. Pohon bertajuk ringan lebih stabil saat diterpa angin, sementara akar tunggang membuatnya kuat mencengkeram tanah.
Hingga Oktober 2025, tercatat 62.161 pohon telah dilakukan penopingan rutin, dan 5.722 pohon diperiksa kesehatannya di seluruh wilayah DKI, terutama di Jakarta Selatan dan Pusat.
Fajar juga mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan atau angin kencang, menyusul dua insiden pohon tumbang yang menelan korban jiwa dalam sepekan terakhir.
“Kami minta masyarakat lebih waspada. Saat hujan, hindari pohon besar atau tua, tunggulah di tempat aman,” tandasnya. (*)


