Internasional

Trump Kirim Sinyal Perang, AS Bisa Kembali Serang Iran Kapan Saja

×

Trump Kirim Sinyal Perang, AS Bisa Kembali Serang Iran Kapan Saja

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras yang bikin dunia waswas. Trump memperingatkan Washington siap menggila di Selat Hormuz jika negosiasi dengan Iran berakhir gagal total.

“Kita akan menempuh jalur berbeda jika semuanya tidak disepakati dan diselesaikan,” ujar Trump di Gedung Putih, Jumat (8/5), dengan nada yang langsung memicu alarm bahaya geopolitik global.

Saat dicecar soal kemungkinan menghidupkan lagi operasi militer Project Freedom, Trump sempat mengatakan ‘’tidak”, namun langsung memberi sinyal mengejutkan bahwa operasi itu masih bisa dibuka kembali kapan saja.

Lebih panas lagi, Trump mengungkap Pakistan selaku mediator meminta AS menghentikan aksi militernya terhadap Iran. Namun, ia tetap memberi ancaman terselubung.

“Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika semuanya tidak berjalan baik,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Trump bahkan melempar istilah baru Project Freedom Plus. Operasi itu disebut bisa jauh lebih besar dan lebih brutal, meski detailnya masih dirahasiakan.

Situasi Timur Tengah sendiri sudah berada di ujung tanduk sejak AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan menggempur target-target Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.

Efeknya langsung mengguncang dunia. Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi global, sempat lumpuh dan memicu kekhawatiran krisis minyak internasional.

Meski gencatan senjata sempat diberlakukan lewat mediasi Pakistan pada 8 April, perundingan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan jangka panjang. Trump bahkan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu jelas, sementara militer AS tetap memperketat blokade maritim Iran.

Sejak 13 April, Angkatan Laut AS terus memblokade lalu lintas kapal Iran di Selat Hormuz. Trump juga menegaskan bahwa walaupun Project Freedom dihentikan sementara, blokade Amerika masih berlaku penuh. (Sumber: Anadolu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *