Internasional

Iran Tantang Amerika di PBB, Resolusi Selat Hormuz Diminta Ditolak Mentah-mentah

×

Iran Tantang Amerika di PBB, Resolusi Selat Hormuz Diminta Ditolak Mentah-mentah

Sebarkan artikel ini
tentara iran
Dok. Tentara Iran. (Foto: Press TV)

KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan memanas di Selat Hormuz. Iran secara terbuka menyerukan Dewan Keamanan PBB menolak rancangan resolusi usulan Amerika Serikat yang dinilai sarat agenda politik dan berpotensi memicu konflik lebih besar di kawasan strategis tersebut.

Perwakilan Iran di PBB menegaskan negara-negara anggota DK PBB diminta tidak tunduk pada tekanan Washington dan menolak draf resolusi yang dianggap tidak adil.

“Iran menyerukan negara-negara anggota bertindak berdasarkan logika, keadilan, dan prinsip, bukan tekanan,” ujar perwakilan Iran dalam pernyataannya.

Teheran menilai AS menggunakan isu kebebasan pelayaran di Selat Hormuz sebagai alat politik untuk melegitimasi tindakan yang dianggap tidak sah, bukan benar-benar mencari solusi damai atas krisis yang terjadi.

Iran juga menegaskan solusi utama di Selat Hormuz hanya bisa dicapai lewat penghentian perang permanen, berakhirnya blokade laut, dan pemulihan penuh jalur pelayaran internasional.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengumumkan Washington telah menyerahkan rancangan resolusi baru ke DK PBB. Resolusi itu mendesak Iran menghentikan serangan, pemasangan ranjau laut, hingga pungutan biaya lintas di Selat Hormuz.

Rubio menyebut bahasa dalam rancangan resolusi tersebut telah dibuat lebih sederhana agar lebih mudah diterima negara-negara anggota DK PBB.

Namun langkah AS diprediksi bakal menghadapi tembok besar. Pasalnya, pada April lalu, usulan serupa gagal total setelah diveto Rusia dan China.

Wakil Tetap Rusia di PBB Vassily Nebenzia bahkan menyebut rancangan itu berbahaya karena bisa menjadi preseden buruk dalam hukum internasional.

Menurut Rusia, isi resolusi dinilai timpang, provokatif, dan berpotensi dimanfaatkan negara tertentu untuk membenarkan penggunaan kekuatan militer. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *