KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan antara Iran dan United States kembali memanas setelah Teheran mengklaim meluncurkan serangan rudal dan drone ke kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.
Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC menyebut operasi militer itu dilakukan sebagai respons atas dugaan tindakan provokatif militer AS di wilayah perairan strategis tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan serangan dilakukan menggunakan rudal balistik anti-kapal, rudal jelajah, serta drone bunuh diri yang diarahkan ke armada kapal perang Amerika.
Media pemerintah Iran bahkan merilis rekaman video yang memperlihatkan peluncuran rudal dan UAV menuju kapal perang yang disebut milik AS.
Teheran mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan memaksa beberapa kapal perang Amerika meninggalkan area Selat Hormuz.
Namun, klaim itu langsung dibantah oleh United States Central Command atau CENTCOM.
Militer AS mengonfirmasi adanya pengerahan rudal, drone, dan kapal cepat Iran ketika kapal perang USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason melintas menuju Teluk Oman.
Meski demikian, Washington menegaskan tidak ada kapal perang Amerika yang terkena serangan.
