KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan yang memicu perhatian publik. Trump mengaku sangat ingin kembali maju dalam Pilpres AS 2028 untuk mengejar masa jabatan presiden ketiganya.
Namun, keinginan tersebut terbentur aturan konstitusi Amerika Serikat yang secara tegas membatasi presiden hanya dapat menjabat selama dua periode.
“UU sangat tegas mengenai hal itu. Saya sangat ingin mencalonkan diri, tetapi UU sangat tegas,” kata Trump kepada wartawan, Selasa (11/8).
Trump mengungkapkan, keinginan agar dirinya kembali mencalonkan diri pada 2028 bahkan disuarakan pendukungnya. Ia menyebut banyak orang meneriakkan “2028!” saat menghadiri sebuah acara.
Meski mengakui adanya larangan tersebut, Trump sebelumnya beberapa kali tidak sepenuhnya menutup peluang untuk mengejar masa jabatan ketiga. Ia bahkan sempat menyebut ada cara yang memungkinkan dirinya kembali maju.
Padahal, Amendemen ke-22 Konstitusi AS menetapkan batas maksimal masa jabatan presiden sebanyak dua periode. Trump sendiri saat ini tengah menjalani periode keduanya dan Pilpres AS berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 2028.
Di tengah isu tersebut, persaingan untuk menentukan sosok penerus Trump di Partai Republik juga mulai menjadi sorotan. Trump dilaporkan lebih condong kepada Wakil Presiden AS, James David Vance, dibandingkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebagai calon potensial untuk memimpin Partai Republik pada Pemilu 2028.
Meski demikian, Trump masih menilai Vance dan Rubio sebagai figur potensial. Dukungan terhadap Rubio disebut mulai mereda, sementara Vance dinilai mampu mempertahankan pendekatan politiknya sekaligus mendorong agenda pemerintahan.
Selain Vance dan Rubio, sejumlah nama lain juga pernah disebut Trump sebagai kandidat potensial, termasuk Menteri Keuangan AS. Scott Bessent dan mantan Menteri Dalam Negeri, AS Kristi Noem.
Pernyataan terbaru Trump soal keinginannya maju kembali pada 2028 pun kembali memanaskan spekulasi mengenai masa depan politik Amerika Serikat, meski aturan konstitusi saat ini menjadi penghalang utama. (Sumber: Sputnik)





