KITAINDONESIASATU.COM – Pesawat pembom Bomber B-52 Stratofortress mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, Amerika Serikat.
Insiden tersebut menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti kemampuan salah satu pesawat militer paling legendaris milik Negeri Paman Sam.
B-52 dikenal sebagai tulang punggung kekuatan bomber strategis Amerika Serikat selama lebih dari enam dekade. Pesawat buatan Boeing ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari serangan konvensional hingga membawa persenjataan strategis.
Bomber B-52 Tetap Dipakai Hingga Era Modern
Pesawat ini pertama kali terbang pada 1954 dan terus mengalami pengembangan hingga melahirkan varian B-52H yang masih digunakan sampai sekarang.
Angkatan Udara AS bahkan memperkirakan operasional pesawat tersebut akan berlangsung hingga sekitar 2050.
B-52H memiliki kemampuan membawa berbagai jenis persenjataan, termasuk rudal jelajah dan bom dengan muatan besar. Pesawat ini dilengkapi delapan mesin turbofan Pratt & Whitney TF33 yang membuatnya mampu menjalankan misi jarak jauh.


