KITAINDONESIASATU.COM – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer terhadap sejumlah wilayah strategis di Iran. Serangan terbaru menyasar beberapa lokasi di antaranya Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas yang dinilai memiliki peran penting dalam kemampuan pertahanan maritim Teheran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Selasa (14/7), CENTCOM mengungkapkan bahwa operasi berlangsung sekitar lima jam. Pasukan AS disebut menggunakan amunisi berpemandu presisi untuk menghantam sistem pertahanan pantai, fasilitas rudal, pangkalan pesawat nirawak, serta berbagai aset maritim milik Iran.
CENTCOM juga menyebutkan lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat kini berada di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari penguatan kehadiran militer di tengah meningkatnya eskalasi.
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer dan infrastruktur Iran sebagai respons atas serangkaian serangan terhadap kapal-kapal niaga di Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran juga menuduh Washington berulang kali melanggar nota kesepahaman yang disepakati pada 17 Juni. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kesepakatan tersebut sudah tidak lagi berlaku.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai respons atas serangan udara AS terhadap wilayah pesisir Iran.
Melalui pernyataan yang dipublikasikan Sepah News pada Senin (13/7), IRGC mengklaim serangan udara Amerika dilakukan terhadap sejumlah pangkalan militer di kawasan pesisir Iran pada Minggu malam (12/7), tidak lama setelah pasukan Iran mencegat dua kapal yang disebut melakukan pelanggaran di Selat Hormuz. (Sumber: Sputnik)





