KITAINDONESIASATU.COM – Drama politik Venezuela makin panas. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, akhirnya angkat suara keras pada Kamis (12/2). Ia membantah tudingan bahwa Washington mengendalikan Caracas dan menegaskan dirinya lah yang saat ini memegang tampuk kekuasaan negara tersebut.
“Saya yang memegang kendali kepresidenan Venezuela sesuai konstitusi,” tegas Rodriguez.
Ia juga mengaku beban yang dipikulnya luar biasa berat, karena harus menjalankan roda pemerintahan setiap hari di tengah tekanan internal maupun eksternal.
Situasi Venezuela berubah drastis setelah Nicolas Maduro ditangkap pasukan Amerika Serikat pada awal Januari dan dibawa ke New York untuk ditahan di fasilitas federal. Sejak saat itu, Rodriguez bergerak cepat membuka kembali jalur komunikasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, sembari menenangkan gejolak dalam negeri.
Langkah konkret langsung terlihat, Menteri Energi AS Chris Wright mendarat di Caracas pada Rabu (11/2). Ia meninjau industri minyak Venezuela dan melakukan pembicaraan penting dengan pemerintahan sementara terkait perombakan besar sektor energi — sebuah upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi negara tersebut sekaligus mengembalikan cadangan minyak Venezuela ke pasar global.
Meski memimpin pemerintahan sementara, Rodriguez tetap menyebut Maduro sebagai presiden sah.
Sebagai seorang pengacara, ia menegaskan Maduro dan ibu negara Cilia Flores tidak bersalah atas tuduhan apa pun.
Ia juga membuka kemungkinan kunjungan ke Amerika Serikat setelah kerja sama kedua negara berjalan lebih lanjut.
Sementara itu, soal potensi kembalinya tokoh oposisi Maria Corina Machado, Rodriguez melontarkan sindiran tajam. Menurutnya, Machado harus menjelaskan kepada rakyat Venezuela mengapa ia pernah menyerukan intervensi militer, sanksi internasional, serta merayakan peristiwa besar yang terjadi awal Januari.
Menariknya, walau Machado bahkan sempat memberikan medali Nobel Perdamaian kepada Trump, ia tetap belum mendapat dukungan politik penuh dari Washington. (Sumber: Anadolu)


