KITAINDONESIASATU.COM – Langkah cepat diambil Inggris dan Prancis untuk memimpin misi internasional dalam mengamankan jalur strategis Selat Hormuz.
Rencana ini muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak besar terhadap distribusi energi dunia.
Para pemimpin Eropa menilai pembukaan kembali jalur tersebut menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas perdagangan global.
Inisiatif ini melibatkan puluhan negara serta organisasi internasional yang sepakat mempercepat langkah pengamanan di kawasan tersebut. Misi yang dirancang bersifat defensif dan bertujuan memastikan kapal-kapal komersial dapat melintas dengan aman tanpa gangguan.
Misi Multinasional Selat Hormuz untuk Stabilitas Global
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa operasi ini akan difokuskan pada perlindungan pelayaran serta pembersihan ancaman seperti ranjau laut.
Dukungan juga datang dari Emmanuel Macron yang menilai stabilitas Selat Hormuz sangat penting bagi pasokan energi, termasuk minyak dan gas.
Lebih dari belasan negara disebut siap berkontribusi dalam misi ini, baik melalui dukungan logistik maupun militer. Pertemuan lanjutan untuk perencanaan teknis dijadwalkan berlangsung di London dalam waktu dekat.
Meski Iran telah menyatakan jalur tersebut kembali terbuka, situasi masih dianggap rentan. Oleh karena itu, kehadiran misi internasional diharapkan mampu menjaga keamanan jangka panjang sekaligus menekan dampak negatif terhadap ekonomi global.(*)

