KITAINDONESIASATU.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa kondisi di Selat Hormuz kini telah kembali seperti semula dan berada di bawah pengawasan penuh militer Iran.
Pernyataan tentang Selat Hormuz ini disampaikan di tengah situasi yang masih memanas akibat kebijakan Amerika Serikat yang membatasi akses pelabuhan Iran.
IRGC menegaskan bahwa jalur laut strategis tersebut saat ini berada dalam kendali ketat angkatan bersenjata.
Pengawasan ini akan terus dilakukan hingga kebebasan navigasi kapal menuju dan dari Iran benar-benar dipulihkan sepenuhnya.
Dengan demikian, aktivitas di kawasan tersebut masih akan dipantau secara intensif untuk menjaga stabilitas.
Pengawasan Ketat Selat Hormuz di Tengah Upaya Perdamaian
Sebelumnya, pejabat diplomatik Iran sempat menyampaikan bahwa Selat Hormuz terbuka bagi kapal komersial.
Pernyataan tersebut dikaitkan dengan perkembangan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah yang diharapkan dapat meredakan konflik.
Ketegangan bermula dari serangan militer gabungan yang terjadi pada akhir Februari, yang kemudian memicu aksi balasan dari Iran ke sejumlah target di wilayah terkait.
Setelah itu, situasi mulai mereda dengan adanya jeda konflik sejak awal April, menyusul mediasi yang dilakukan oleh Pakistan.
Selain itu, upaya diplomasi juga terus berjalan melalui pertemuan antara pihak-pihak terkait guna mencari solusi jangka panjang.
Meski demikian, kondisi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian global karena perannya yang vital dalam jalur perdagangan energi dunia.(*)


