Internasional

Laporan Mengejutkan: AS dan Israel Diduga Susun Rencana Serangan Besar ke Iran

×

Laporan Mengejutkan: AS dan Israel Diduga Susun Rencana Serangan Besar ke Iran

Sebarkan artikel ini
Tentara AS
Ilustrasi tentara AS.

KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase paling berbahaya. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan tengah mematangkan rencana operasi militer besar yang disebut-sebut akan menyasar infrastruktur energi Iran. Bahkan, menurut laporan media AS, serangan itu berpotensi digelar dalam waktu dekat.

Laporan CBS News mengungkapkan bahwa Washington dan Tel Aviv dikabarkan membahas kemungkinan melancarkan operasi sebelum pasar keuangan kembali dibuka pada Senin (3/8). Langkah tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap dampak besar yang bisa ditimbulkan pada ekonomi global apabila serangan benar-benar terjadi. Meski begitu, belum ada jadwal resmi yang diputuskan.

Sejumlah sumber menyebut Israel telah menerima pengarahan terkait rencana tersebut dan terus berkoordinasi dengan pemerintah AS. Namun, Presiden Donald Trump dikabarkan masih belum memberikan lampu hijau terakhir untuk memulai operasi militer itu.

Di sisi lain, seorang pejabat Israel mengaku belum memperoleh informasi mengenai keputusan final untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran. Ia juga menyatakan negaranya sejauh ini belum diminta ikut serta dalam operasi militer tersebut.

Sinyal keras justru datang langsung dari Donald Trump saat menghadiri rapat kabinet di Camp David. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan Amerika Serikat siap memberikan tekanan maksimal kepada Iran hingga negara tersebut tidak lagi mampu bertahan menghadapi serangan.

Pemerintah AS juga memperlihatkan sikap tegas. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan Washington tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dan optimistis Amerika Serikat akan keluar sebagai pemenang apabila konflik meningkat.

Nada serupa disampaikan Pentagon. Juru Bicara Sean Parnell mengatakan militer AS telah berada dalam posisi siap menjalankan operasi kapan pun diperintahkan, meski ia menolak mengungkap target yang akan diserang sebelum keputusan resmi dari presiden dikeluarkan.

Menurut laporan CBS News, sejumlah fasilitas vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan kilang minyak, masuk dalam daftar sasaran potensial. Bahkan, Washington dikabarkan juga mempertimbangkan skenario untuk memutus pasokan listrik ke ibu kota Teheran sebagai bagian dari strategi tekanan.

Laporan terpisah dari Wall Street Journal menyebut rencana operasi tersebut dibahas dalam pertemuan di Camp David. Meski demikian, para pejabat AS mengungkapkan masih ada peluang bagi Trump untuk menunda aksi militer apabila proses diplomasi dengan Iran menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Di tengah meningkatnya ancaman, Iran mengaku telah bersiap menghadapi segala kemungkinan. Kantor berita Tasnim, mengutip seorang pejabat senior keamanan Iran, menyebut Teheran telah menyiapkan strategi balasan secara menyeluruh apabila Amerika Serikat maupun Israel benar-benar melancarkan serangan.

Pejabat tersebut menyebut rencana serangan terhadap Iran sebagai tindakan yang ceroboh. Ia menegaskan bahwa Iran telah menyusun skenario pembalasan yang mencakup serangan terhadap infrastruktur penting Israel serta fasilitas energi milik Amerika Serikat di kawasan.

Iran juga menegaskan memiliki kemampuan dan tekad penuh untuk memberikan respons keras apabila konflik benar-benar pecah. Situasi ini membuat kekhawatiran akan meluasnya perang di Timur Tengah kembali meningkat, sementara dunia kini menanti apakah jalur diplomasi masih mampu mencegah konfrontasi berskala besar. (Sumber: Anadolu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *