KITAINDONESIASATU.COM – Dunia seni rupa tanah air tengah diselimuti duka mendalam. Maestro seni rupa Indonesia, Nasirun bin (Alm.) San Rustam, meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, setelah mengembuskan napas terakhir dengan tenang di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta.
Seniman besar yang dikenal lewat karya-karya penuh makna tersebut wafat pada pukul 05.58 WIB dalam usia 60 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan seni rupa Indonesia, terutama melalui karya yang menggabungkan tradisi, spiritualitas, dan budaya lokal.
Berdasarkan keterangan keluarga, jenazah Nasirun langsung dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (Kliwon), 1 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Sang maestro dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Tilamat, Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh seni.
Semasa hidupnya, Nasirun menetap di Perum Bayeman Permai, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Ia meninggalkan sang istri, Supartilah, serta tiga buah hati, yakni Ima Bunga Insan Sani, Yudhistira Nurul Asmi, dan Nawarna Ratna Mutu Manikam.
Lahir di Cilacap pada 1 Oktober 1965, Nasirun merupakan lulusan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan seni pada periode 1987 hingga 1994 dan kemudian dikenal sebagai salah satu perupa Indonesia yang konsisten menghadirkan kekayaan budaya Nusantara dalam karya-karyanya.
Nasirun memiliki ciri khas dalam mengeksplorasi nilai tradisi, kisah pewayangan, hingga cerita-cerita spiritual yang diwariskan dari sang ibu. Karyanya kerap menghadirkan perpaduan antara dunia mistik, nilai tasawuf, serta realitas kehidupan modern.
Salah satu karya yang paling melekat dalam ingatan publik adalah lukisan “The Death of Kumbokarno” (2001-2002). Melalui gaya lukis yang kerap disebut hot painting, Nasirun menghadirkan energi kehidupan masyarakat pesisir, penghormatan terhadap leluhur, sekaligus kegelisahan menghadapi perubahan zaman.
Kepergian Nasirun menjadi kehilangan besar bagi dunia seni rupa Indonesia. Puluhan tahun perjalanan kreatifnya telah melahirkan karya-karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan pesan budaya dan spiritual yang mendalam.
Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan yang diberikan oleh para kerabat, seniman, serta masyarakat luas. Nama Nasirun akan tetap dikenang sebagai salah satu maestro yang memperkaya warna seni rupa Indonesia. (*)




