KITAINDONESIASATU.COM – Korea Utara mengecam sikap Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung terkait keputusan Amerika Serikat mengurangi keterlibatan dalam latihan militer bersama Seoul.
Pyongyang menilai respons tersebut mencerminkan kegelisahan sekaligus sikap yang dianggap tidak konsisten terhadap kebijakan keamanan di Semenanjung Korea.
Kritik itu disampaikan Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melalui media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Kamis (20/8/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah Lee menyambut langkah Washington yang dinilai dapat membuka peluang baru bagi diplomasi dengan Pyongyang.
Pengurangan Latihan Belum Redakan Ketegangan
Lee melihat pengurangan aktivitas militer sebagai sinyal positif dari Presiden AS Donald Trump untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan dialog dengan Korea Utara kembali berlangsung.
Namun, Kim Yo Jong menilai penjelasan Seoul tidak mencerminkan perubahan mendasar dalam kebijakan Washington.
Latihan militer AS dan Korea Selatan dijadwalkan berakhir pada Jumat. Keputusan mengurangi keterlibatan pasukan Amerika Serikat disebut menjadi bagian dari upaya Trump membuka kembali komunikasi dengan Kim Jong Un.
Di tengah perkembangan tersebut, muncul perbedaan informasi mengenai komunikasi antara Trump dan pemimpin Korea Utara.
Trump menyebut telah menerima respons dari Kim Jong Un, sedangkan Kim Yo Jong sebelumnya mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi terbaru antara keduanya.
Rusia turut menyambut keputusan pengurangan latihan militer AS-Korea Selatan. Moskow menilai berkurangnya aktivitas tersebut dapat membantu menekan risiko konflik dan menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik.





