KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan seiring meningkatnya aktivitas kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Jalur perdagangan energi penting tersebut mulai kembali ramai setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat ketegangan geopolitik yang memengaruhi distribusi minyak global.
Di pasar Amerika Serikat, harga minyak mentah bahkan telah turun di bawah level US$ 70 per barel pada perdagangan Rabu. Kondisi ini terjadi meskipun persediaan minyak di pusat penyimpanan utama AS mengalami penurunan cukup signifikan.
Pasokan Harga Minyak dan Sentimen Pasar Jadi Perhatian
Pusat penyimpanan minyak Cushing di Oklahoma mencatat stok sekitar 19 juta barel pada pekan terakhir. Angka tersebut menjadi posisi terendah dalam lebih dari satu dekade.
Secara teori, berkurangnya cadangan minyak biasanya dapat mendorong kenaikan harga, tetapi kondisi pasar kali ini bergerak berbeda.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sempat berada di sekitar US$ 69,63 per barel sebelum kembali stabil di kisaran US$ 70,34 per barel.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih lebih kuat dipengaruhi oleh pemulihan jalur distribusi energi.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak hingga US$ 119,48 per barel ketika konflik antara AS dan Israel meningkat pada awal 2026. Pelepasan cadangan minyak strategis Amerika turut membantu menahan tekanan kenaikan harga.



