KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Washington menolak rencana Iran untuk mengenakan pungutan atau biaya terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang melibatkan kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz menjadi jalur strategis dunia karena menjadi rute utama distribusi energi global. Ketegangan terkait pengelolaan jalur tersebut, inspeksi nuklir, serta program rudal Iran menjadi sejumlah isu penting dalam pembicaraan kedua negara.
Selat Hormuz Jadi Titik Penting Kesepakatan AS-Iran
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk menghentikan konflik.
Kedua pihak juga menyelesaikan pertemuan awal di Swiss yang membuka pembahasan selama 60 hari mengenai pencabutan sanksi, aktivitas nuklir Iran, dan masa depan Selat Hormuz.
Selama perang berlangsung, pembatasan lalu lintas di selat tersebut sempat memicu lonjakan harga minyak dunia. Namun, aktivitas pelayaran mulai meningkat setelah kesepakatan damai diumumkan.


