KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan sekitar 1 persen pada perdagangan 23 Juni 2026.
Pergerakan ini terjadi setelah pelaku pasar mulai melihat tanda-tanda pemulihan lalu lintas energi melalui Selat Hormuz, menyusul perkembangan positif dalam proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak Brent berjangka tercatat turun 82 sen atau sekitar 1,1 persen menjadi 77,08 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 65 sen atau 0,9 persen ke level 73,21 dolar AS per barel.
Penurunan harga dipengaruhi oleh optimisme pasar bahwa distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah perlahan kembali berjalan. Selat Hormuz sebelumnya mengalami gangguan akibat konflik yang menyebabkan jutaan barel minyak per hari tertahan.
Selat Hormuz Jadi Faktor Utama Pergerakan Harga minyak
Data pelayaran menunjukkan beberapa kapal tanker besar mulai kembali melintasi jalur strategis tersebut, meskipun aktivitasnya masih terbatas karena pengawasan dan kondisi keamanan yang belum sepenuhnya pulih.
Analis memperkirakan tekanan penurunan harga minyak masih dapat terjadi dalam waktu dekat, tetapi ruang penurunan dinilai terbatas karena situasi geopolitik masih rapuh.


