Internasional

AS Siap Guyur Iran Rp427 Triliun! Separuh Dana Harus Cair Sebelum Kesepakatan Damai Diteken

×

AS Siap Guyur Iran Rp427 Triliun! Separuh Dana Harus Cair Sebelum Kesepakatan Damai Diteken

Sebarkan artikel ini
AS-Iran
Bendera AS dan Iran (Tasnim)

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah perkembangan besar dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali mencuri perhatian dunia. Washington dikabarkan berkomitmen mencairkan aset luar negeri milik Iran senilai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp427 triliun sebagai bagian dari kesepakatan yang tengah disiapkan kedua negara.

Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip rancangan memorandum kesepahaman Iran-AS, sebanyak setengah dari total dana tersebut bahkan harus sudah dikembalikan kepada Teheran sebelum proses negosiasi final resmi dimulai.

Dalam dokumen yang bocor ke publik itu disebutkan bahwa pencairan aset Iran akan dilakukan selama periode 60 hari negosiasi tahap akhir. Nilainya mencapai 24 miliar dolar AS, dengan 12 miliar dolar AS di antaranya diwajibkan cair lebih awal sebagai bagian dari komitmen awal kesepakatan.

Langkah ini dinilai menjadi salah satu poin paling signifikan dalam upaya mencairkan hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun diwarnai sanksi ekonomi, ketegangan diplomatik, dan konflik geopolitik.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa masa negosiasi final selama 60 hari akan dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memastikan bahwa proses penyusunan memorandum kesepahaman telah rampung. Menurutnya, dokumen yang menjadi dasar kesepakatan baru antara Teheran dan Washington itu siap ditandatangani dalam pertemuan resmi yang akan digelar di Swiss.

Jika terealisasi, pencairan aset senilai ratusan triliun rupiah tersebut berpotensi menjadi salah satu langkah ekonomi terbesar dalam sejarah hubungan Iran-AS dan membuka jalan bagi pembahasan isu-isu strategis lainnya, termasuk sanksi, program nuklir, dan pemulihan ekonomi Iran. (Sumber: Sputnik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *