KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan rudal ke wilayah selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu, 14 Juni 2026.
Serangan tersebut menyasar kawasan yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah dan menjadi salah satu insiden terbaru di tengah rapuhnya upaya menjaga gencatan senjata antara kedua pihak.
Militer Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan yang sebelumnya diarahkan ke wilayahnya.
Aksi saling serang yang terus berulang memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang selama ini menjadi titik panas geopolitik Timur Tengah.
Kerusakan Bangunan dan Korban Jiwa Bertambah
Serangan rudal dilaporkan menghantam kawasan Ghoebeiry di pinggiran selatan Beirut. Dampaknya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan cukup parah, termasuk area permukiman dan pertokoan di sekitar lokasi ledakan.
Tim penyelamat segera diterjunkan untuk melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan.
Laporan dari otoritas pertahanan sipil Lebanon menyebutkan sedikitnya tiga orang ditemukan meninggal dunia akibat serangan tersebut. Selain itu, belasan warga lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis.

