KITAINDONESIASATU.COM – Anggota MPR RI, Endang Setyawati Thohari, mengajak masyarakat memperkuat pemahaman tentang peran dan fungsi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sebagai rumah kebangsaan sekaligus penjaga konstitusi dan kedaulatan rakyat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sarasehan Kebangsaan yang mengangkat tema “Mengenal MPR RI: Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat”.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus dialog kebangsaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kedudukan MPR RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Dalam pemaparannya, Endang menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun atas keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial. Perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.
“MPR RI harus kita pahami sebagai rumah kebangsaan, tempat seluruh elemen bangsa menemukan kembali semangat persatuan. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih kokoh,” ungkap Endang, di Jl.Tentara Pelajar (Auditorium sadikin), Kelurahan Ciwaringin, Kota Bogor, Sabtu 7 November 2026.
Menurut Endang, keberadaan MPR RI memiliki arti penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, konstitusi, serta prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui forum seperti Sarasehan Kebangsaan, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal MPR RI dari sisi kelembagaan, tetapi juga memahami pentingnya konstitusi sebagai landasan dalam menjaga kehidupan demokrasi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penguatan Wawasan Kebangsaan Harus Berkelanjutan
Endang juga menilai bahwa pemahaman masyarakat mengenai tugas, fungsi, dan kewenangan MPR RI perlu terus ditingkatkan. Terlebih, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks dan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Upaya tersebut perlu diperluas melalui dialog publik, sosialisasi, serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai kebangsaan diharapkan dapat dipahami secara lebih mendalam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sarasehan Kebangsaan Jadi Ruang Memperkuat Persatuan
Melalui Sarasehan Kebangsaan, Endang berharap tumbuh kesadaran masyarakat untuk semakin mengenal lembaga negara, memahami konstitusi, serta memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam merawat kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, persatuan Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga negara.
Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap Indonesia, serta menjadikan keberagaman sebagai modal utama dalam membangun bangsa yang kuat, demokratis, dan berdaulat.






