KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, melontarkan kecaman keras atas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang disebutnya sebagai aksi brutal pemicu ketidakstabilan global.
Dalam pernyataan tegas di Jakarta, Gus Yahya—sapaan akrabnya—menilai agresi tersebut bukan sekadar eskalasi biasa, melainkan ancaman serius terhadap tatanan internasional yang berpotensi menyeret dunia ke konflik tak terkendali. Ia mengingatkan, situasi panas di Timur Tengah bisa menjadi bahan bakar bangkitnya radikalisme dan ekstremisme jika tak segera dihentikan.
Tak hanya itu, Gus Yahya juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Ia mengajak umat Islam dan komunitas global untuk mendoakan rakyat Iran agar diberi keteguhan dan keselamatan dalam menghadapi krisis yang mengguncang kawasan.
Namun, di tengah kecaman terhadap AS dan Israel, Gus Yahya tak menutup mata pada langkah balasan Iran. Ia menyesalkan serangan Teheran ke sejumlah titik yang diduga terkait kepentingan militer Amerika. Menurutnya, meski dilatarbelakangi kemarahan, aksi itu justru memperparah keadaan dan menyulitkan jalan menuju resolusi damai.
PBNU pun mendesak konsolidasi internasional guna menegakkan kembali konsensus global dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai poros penjaga tatanan dunia. Gus Yahya menegaskan, lembaga tersebut harus difungsikan secara efektif untuk meredam gejolak yang kian liar.
Lebih jauh, ia mendorong Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam deeskalasi konflik. Dengan memanfaatkan posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk Board of Participation (BoP), Jakarta diharapkan berani mendesak semua pihak—AS, Israel, Iran, dan aktor lain—untuk menghentikan kekerasan dan menempuh jalur damai yang bermartabat. (*)


