KITAINDONESIASATU.COM – Semua layanan rumah sakit di India, kecuali perawatan darurat, akan ditutup pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Mogok nasiomal itu merupakan bentuk protes terhadap aksi pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter.
Pemogokan yang dimulai sejak Senin lalu awalnya hanya berdampak pada rumah sakit pemerintah dan operasi elektif.
Namun, pemogokan pada hari Sabtu, yang diprakarsai oleh Asosiasi Medis India, akan menyebabkan gangguan besar selama 24 jam, dengan semua layanan rawat jalan dan perawatan di rumah sakit pemerintah dan swasta dibatalkan.
Dr. Johnrose Jayalal, –presiden asosiasi Medis India– menyatakan bahwa kemarahan publik sangat tinggi sehingga perlu untuk memperkuat aksi mogok ini.
Hal ini dimaksudkan agar pemerintah mengambil tindakan.
Jayalal menegaskan bahwa sekitar 50% dokter adalah perempuan, begitu pula 90% staf perawat, sehingga mereka mendesak pemerintah untuk memastikan keselamatan mereka dengan menjadikan rumah sakit sebagai zona perlindungan dengan langkah-langkah keamanan seperti di bandara dan pengadilan.
Kekhawatiran utama para dokter adalah keselamatan rekan perempuan mereka serta meningkatnya kekerasan yang sering dilakukan oleh keluarga pasien terhadap tenaga medis.
Terdapat beberapa kasus di mana dokter dipukuli saat pasien meninggal dunia.
Tragedi yang memicu pemogokan ini adalah kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter berusia 31 tahun di ruang seminar rumah sakit RG Kar di Kolkata, Benggala Barat, saat ia hendak beristirahat pada malam hari.
Selain aksi mogok, protes yang melanda Benggala Barat dan kota-kota lain juga menyerukan keselamatan bagi perempuan di seluruh India. Kasus ini memicu kemarahan yang meluas.- ***
Sumber: The Guardian
