KITAINDONESIASATU.COM – Danantara menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan industri Indonesia terhadap produk impor.
Langkah tersebut dinilai penting menghadapi gejolak nilai tukar, perubahan kondisi global, hingga risiko gangguan pasokan.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, menilai substitusi impor bukan sekadar mengganti produk asing dengan produk lokal.
Strategi tersebut diarahkan untuk membangun ketahanan industri sekaligus memastikan keberlanjutan produksi nasional.
Hilirisasi Jadi Kunci Kemandirian Industri
Salah satu contoh diterapkan pada industri pertahanan. Danantara bersama pemerintah dan mitra melakukan riset serta pengembangan bahan pendorong amunisi menggunakan material yang seluruhnya berasal dari Indonesia.
Produk tersebut telah memenuhi standar NATO dan kini memasuki tahap peningkatan kapasitas produksi. Pengembangan kapasitas dilakukan secara bertahap dari 10 ton menuju 70 ton hingga target 1.000 ton.
Jika kapasitas tersebut tercapai, Indonesia berpeluang memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membuka pasar ekspor.
Sigit menilai pengurangan impor dapat dilakukan dengan memperkuat sumber daya manusia melalui kolaborasi bersama mitra terbaik. Pemerintah juga disebut memberikan dukungan terhadap pengembangan teknologi dan industri nasional.
Danantara turut mendorong hilirisasi melalui integrasi industri dari sektor hulu hingga hilir.






