KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi maut di Jalinsum Sumatra Selatan memicu sorotan tajam dari DPR. Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi mendesak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan membongkar akar masalah keselamatan transportasi nasional usai tabrakan horor bus ALS dan truk tangki yang menewaskan 16 orang di Kecamatan Karang Jaya, Sumatera Selatan.
“Kita tidak boleh terus-menerus menjadikan kecelakaan sebagai rutinitas berita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujar Abdul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5).
Politikus yang membidangi infrastruktur dan transportasi itu meminta investigasi total dilakukan, mulai dari kelayakan kendaraan, kondisi jalan, standar operasional perusahaan transportasi, hingga kondisi sopir dan jam kerja pengemudi.
Menurut Abdul, kecelakaan maut di jalur lintas provinsi terus berulang dengan pola serupa dan menjadi tanda adanya masalah sistemik yang selama ini belum dibenahi serius.
“Jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa rakyat,” katanya.
Ia juga mendesak pengawasan armada angkutan umum dan kendaraan logistik diperketat, khususnya di jalur rawan kecelakaan yang kerap memakan korban jiwa.
Dalam tragedi memilukan itu, sebanyak 16 orang dilaporkan tewas. Korban terdiri dari 14 penumpang bus ALS, serta sopir dan kenek truk tangki. Selain korban meninggal, sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan data BPBD Musi Rawas Utara, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Percikan api diduga muncul dari bagian bus sebelum sopir mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan.
Nahas, dari arah berlawanan melaju truk tangki dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan maut tak bisa dihindari. Benturan keras itu langsung menewaskan banyak korban di lokasi kejadian dan membuat suasana Jalinsum berubah mencekam. (*)
