KITAINDONESIASATU.COM – Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Pelabuhan L. Say Maumere.
Gempa tektonik tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,33° Lintang Selatan dan 121,32° Bujur Timur, atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Merespons kejadian tersebut, tim perbantuan TNI AL mulai dikerahkan sekitar pukul 08.00 WITA. Personel langsung melakukan pemantauan situasi, pengamanan kawasan, hingga penanganan kondisi darurat di sekitar Pelabuhan L. Say Maumere.
Berdasarkan pendataan sementara di lokasi, gempa mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Kedua korban diketahui bernama Bernadus Muda (66) dan Maria Diana Meliana (54). Keduanya meninggal setelah tertimpa material beton akibat kerusakan bangunan.
Selain korban meninggal, terdapat dua orang lainnya yang mengalami luka-luka. Para korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara proses pendataan dan verifikasi identitas masih dilakukan oleh tim gabungan.
Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S. mengatakan, pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak gempa, khususnya di kawasan pelabuhan.
Personel pengamanan Pelabuhan L. Say Maumere dikerahkan bersama PT Pelindo untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik. Tim gabungan juga memastikan objek vital tetap aman, membantu proses evakuasi masyarakat, serta menjaga agar aktivitas dan jalur logistik melalui laut tetap terkendali.





