Daerah

Kekeringan Belum Berakhir, 200 KK di Baratan Timur Jember Kini Bergantung Bantuan Air

×

Kekeringan Belum Berakhir, 200 KK di Baratan Timur Jember Kini Bergantung Bantuan Air

Sebarkan artikel ini
Kekeringan Belum Berakhir, 200 KK di Baratan Timur Jember Kini Bergantung Bantuan Air
200 KK di Baratan Timur Jember Kini Bergantung Bantuan Air (KIS/Roihatul)

KITAINDONESIASATU.COM – Kekeringan yang melanda Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, membuat sekitar 200 kepala keluarga (KK) kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih.

Pada Minggu, 27 September 2026, BPBD Jember mendistribusikan 10.000 liter air bersih.

Bantuan tersebut menjadi penyaluran ke-16 untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.

Air ditempatkan pada tujuh tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter yang tersebar di sejumlah titik permukiman.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember bersama DPRKPLH dan perangkat kelurahan turut melakukan koordinasi serta distribusi kepada masyarakat terdampak.

Sumur Warga Mengering, Sungai Tak Lagi Bisa Diandalkan

Anggota TRC BPBD Jember, Naringga Putra Manggala, mengatakan kekeringan telah dirasakan warga sejak Agustus 2026. Persoalan semakin berat karena sejumlah kawasan belum memiliki jaringan pipanisasi.

“Sebagian besar sumur warga mulai mengering. Air yang masih tersedia juga keruh. Sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman sudah mengering dan tidak dapat digunakan,” kata Naringga.

Berdasarkan pendataan BPBD, warga terdampak tersebar di RT 02 dan RT 03 RW 09 serta RT 02 dan RT 03 RW 11.

Sekitar 40 KK dari RT 02/RW 09, 50 KK dari RT 03/RW 09, 80 KK dari RT 02/RW 11, dan 30 KK dari RT 03/RW 11 membutuhkan pasokan air.

Warga terpaksa membeli air isi ulang atau mengambil air dari Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer.

BPBD merekomendasikan distribusi 10.000 liter setiap dua hari selama kekeringan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *