Daerah

Detik-Detik Mencekam Erupsi Gunung Dukono, 20 Pendaki Dievakuasi Tim SAR

×

Detik-Detik Mencekam Erupsi Gunung Dukono, 20 Pendaki Dievakuasi Tim SAR

Sebarkan artikel ini
Tewas dalam Kecelakaan
Ilustrasi tewas.

KITAINDONESIASATU.COM –Tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi 20 pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5). Insiden mencekam ini menewaskan dua warga negara asing asal Singapura, sementara satu pendaki lainnya masih dilaporkan hilang di kawasan puncak gunung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan operasi penyelamatan dimulai setelah Basarnas Command Center (BCC) menerima sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin pada pukul 08.55 WIT di koordinat sekitar kawasan Gunung Dukono.

“Sinyal darurat itu kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya yang melaporkan adanya pendaki terdampak erupsi dan meminta bantuan evakuasi,” ujar Iwan.

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dan persiapan evakuasi darurat di tengah ancaman aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Operasi besar-besaran itu melibatkan empat personel Basarnas, tujuh anggota Polres Halmahera Utara, tiga personel BPBD, tiga anggota TNI, serta puluhan warga yang ikut membantu pencarian korban di medan ekstrem.

Dari total 20 pendaki yang berada di kawasan gunung, sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi ke lokasi aman. Namun situasi di puncak masih menegangkan karena lima pendaki lainnya sempat tertahan.

Dua pendaki dilaporkan meninggal dunia dan diketahui merupakan warga Singapura bernama Timo dan Sahnas, meski identitas keduanya masih menunggu verifikasi resmi dari tim SAR di lapangan. Sementara satu pendaki lainnya masih hilang, dan dua orang lainnya tetap bertahan di area atas gunung demi mencari rekannya yang belum ditemukan.

“Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono,” kata Iwan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *