Daerah

Bogor Digulung Badai! BPBD Catat 90 Rumah di Rumpin Rusak Diamuk Angin Kencang, Begini Kondisinya

×

Bogor Digulung Badai! BPBD Catat 90 Rumah di Rumpin Rusak Diamuk Angin Kencang, Begini Kondisinya

Sebarkan artikel ini
rumah rumpin rusak
Angin kencang rusakkkan rumah di Rumpin, Bogor. (Dok. Istimewa)

KABUPATEN BOGOR – Suasana Minggu (24/5) siang yang tenang mendadak berubah menjadi horor mengerikan bagi warga Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Hujan badai dahsyat yang datang tiba-tiba sukses memporak-porandakan wilayah tersebut hingga rata dengan tanah di beberapa titik.

Tidak main-main, amukan angin puting beliung ini dilaporkan telah menghancurkan sedikitnya 90 rumah warga dalam sekejap mata.

Detik-detik mencekam itu terjadi tepat pada Minggu (24/5/2026) siang bolong, sekitar pukul 14.30 WIB. Langit yang semula mendung hitam pekat langsung menumpahkan hujan ekstrem yang disertai tiupan angin kencang bak monster yang siap menggulung apa saja di depannya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, membeberkan kengerian di lokasi kejadian. Menurutnya, keganasan cuaca ekstrem ini mayoritas menyasar bagian vital rumah warga.

“Curah hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genting,” ujar Adam dengan nada waspada.

Pihak BPBD membongkar data bahwa wilayah yang paling parah digulung badai ini berada di Kampung Parakanomas, tepatnya di wilayah RT 01, 02, dan 03 RW 01, Desa Tamansari.

Dari 90 rumah yang menjadi korban kebrutalan alam tersebut, tujuh rumah di antaranya dilaporkan rusak sedang hingga nyaris ambruk, sementara 83 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Jerit tangis warga pecah saat menyadari tempat tinggal mereka tak lagi aman untuk dihuni. Akibat kerusakan yang teramat parah, dua keluarga dengan total 10 jiwa terpaksa angkat kaki dan diungsikan darurat.

Mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi menyelamatkan nyawa, lantaran rumah mereka sudah bolong tanpa atap dan rawan ambruk susulan. Trauma mendalam tentu membekas di hati para korban, terutama anak-anak.

Namun, di balik petaka besar ini, sebuah keajaiban terjadi. BPBD memastikan bahwa Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam tragedi berdarah dingin ini. Saat badai mereda, dengan sisa-sisa tenaga dan air mata, sebagian warga langsung bergerak cepat memperbaiki rumah mereka secara mandiri seadanya.

Mendengar kabar wilayahnya diamuk badai, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor langsung digerakkan ke lokasi bencana untuk melakukan penanganan darurat dan membagikan bantuan terpal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *