KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan antara United States dan Iran kembali memanas. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, melontarkan peringatan keras bahwa kegagalan perundingan nuklir antara Washington dan Teheran sepenuhnya akan menjadi kesalahan Iran.
Dalam wawancara panas dengan India Today pada Minggu (24/5), Rubio menegaskan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk sudah membuka jalan diplomasi. Namun jika negosiasi berujung buntu, Teheran disebut harus menanggung seluruh konsekuensinya.
“Kalau upaya ini gagal, itu bukan kesalahan AS atau sekutu kami di Teluk. Itu 100 persen kesalahan Iran,” ujar Rubio.
Pernyataan keras itu muncul hanya sehari setelah Presiden Donald Trump mengklaim kesepakatan damai antara AS dan Iran pada dasarnya sudah disetujui.
Trump bahkan menyebut rincian akhir perjanjian kini tinggal dibahas sebelum diumumkan secara resmi ke publik.
Namun di balik optimisme tersebut, bayang-bayang konflik besar masih menghantui Timur Tengah. Saat ditanya soal kemungkinan pecahnya kembali operasi militer terhadap Iran, Rubio menegaskan Trump siap melakukan langkah apa pun demi memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Situasi kawasan sendiri sempat memanas hebat setelah pada 28 Februari lalu AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Tehran. Serangan itu memicu kerusakan besar dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menggempur wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah, membuat dunia khawatir perang besar bakal pecah kapan saja.
Meski Washington dan Teheran akhirnya mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan masih menemui jalan buntu tanpa terobosan berarti. (Sumber: Sputnik)



