KITAINDONESIASATU.COM – Kondisi ribuan gedung sekolah di Kabupaten Jember menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Tercatat sebanyak 1.531 sekolah mengalami kerusakan berat ketika pemerintahan Bupati Muhammad Fawait mulai berjalan. Tahun ini, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sekitar Rp186 miliar untuk memperbaiki sarana pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMP.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sejumlah sekolah tersebut pada Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, persoalan infrastruktur pendidikan tidak dapat dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.
Bangunan sekolah yang tidak layak juga dinilai berisiko bagi siswa maupun guru. Kerusakan seperti bagian atap yang sewaktu-waktu roboh menjadi salah satu ancaman yang harus segera ditangani pemerintah daerah.
258 Sekolah Jadi Sasaran Perbaikan
Pemkab Jember melakukan rehabilitasi berdasarkan tingkat kedaruratan. Kebijakan tersebut tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta yang selama ini ikut memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
“Sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat dan ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan siswa dan guru,” ujar Muhammad Fawait.
Pada tahun ini, terdapat 258 sekolah yang mendapatkan perbaikan. Jumlah tersebut terdiri atas 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta.
Anggaran Rp186 miliar diharapkan mampu mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan sehingga peserta didik dapat belajar di lingkungan yang lebih aman dan layak.
Selain memperbaiki bangunan sekolah, Pemkab Jember juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.






