KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Luar Negeri China meledak dengan kecaman keras terhadap Amerika Serikat yang dianggap ikut campur urusan dalam negeri Venezuela, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump agar Caracas memutus hubungan ekonomi dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba — sebuah langkah yang dianggap Beijing sebagai tindakan hegemonik tanpa preseden
Dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kemlu China Mao Ning menegaskan bahwa Venezuela adalah negara berdaulat penuh yang bebas menentukan nasib ekonominya sendiri, termasuk kerja sama energi dan minyak yang selama ini erat dengan Beijing.
Beijing menyebut hubungan AS‑Venezuela yang mendesak negara itu mengutamakan Washington dalam pengelolaan minyaknya sebagai tekanan terang‑terangan yang melanggar hukum internasional dan merusak kedaulatan Venezuela.
Menurut laporan media AS, Trump bahkan menuntut agar pemerintahan sementara Venezuela mengakhiri kerja sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba demi keuntungan Amerika — sebuah tekanan diplomatik yang membuat Beijing naik pitam.
China juga mengecam langkah AS yang kabarnya ingin mendapatkan pasokan minyak Venezuela hingga puluhan juta barel setelah operasi militer besar yang menangkap Presiden Nicolas Maduro di Caracas awal Januari.
Mao Ning menegaskan Beijing tetap mendukung hubungan baiknya dengan negara‑negara Amerika Latin dan Karibia, menolak dominasi politik kekuatan besar, serta bertekad melindungi hak dan kepentingan sah negara‑negara mitra termasuk Venezuea. (*)



