berita utamaNews

Tragis! Balita 2 Tahun Tewas Diduga Dianiaya, Ibu Kandung dan Pria di Jaksel Jadi Tersangka

×

Tragis! Balita 2 Tahun Tewas Diduga Dianiaya, Ibu Kandung dan Pria di Jaksel Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
borgol
Ilustrasi penangkapan pelaku kejahatan. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus kematian tragis balita perempuan berinisial SF (2) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, akhirnya menemui titik terang. Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni AR (pria) dan J, yang tak lain merupakan ibu kandung korban.

Keduanya diduga terlibat dalam kasus kekerasan terhadap anak yang berujung hilangnya nyawa bocah berusia dua tahun tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengungkapkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Hebatnya, pengungkapan awal kasus ini berlangsung kurang dari 24 jam sejak laporan masyarakat diterima polisi.

“Berdasarkan alat bukti dan hasil olah TKP, kami menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni AR dan J yang merupakan ibu dari korban,” kata Iskandarsyah dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).

Dari hasil penyidikan sementara, AR diduga menjadi pelaku utama kekerasan terhadap korban. Aksi tersebut disebut terjadi dua kali di sebuah fasilitas toilet umum di sekitar Stasiun Kebayoran Lama pada Sabtu (31/10) malam.

Sementara itu, J diduga turut terlibat dalam upaya menyembunyikan kematian anak kandungnya sendiri. Atas peran tersebut, polisi menjerat J dengan pasal terkait upaya menyembunyikan kematian atau menghilangkan jenazah.

Polisi juga mengungkap pekerjaan J sehari-hari sebagai pengamen. Meski demikian, tersangka perempuan tersebut bersikap kooperatif selama pemeriksaan, termasuk menunjukkan lokasi tempat jenazah korban dikuburkan.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam membeberkan, setelah kejadian, kedua tersangka diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membawa jasad korban menggunakan taksi online menuju kawasan Palmerah.

Namun, jasad balita malang itu ternyata dikuburkan di sebuah lahan kosong di wilayah Bendungan Hilir (Benhil), bukan di Palmerah seperti keterangan awal yang disampaikan para tersangka.

Jenazah korban dimasukkan ke dalam kantong plastik kresek sebelum dikuburkan dengan kedalaman kurang dari 50 sentimeter.

“Pelaku sempat memberikan keterangan tidak benar bahwa korban dikuburkan di wilayah Palmerah. Namun, melalui interogasi kepolisian, mereka akhirnya jujur bahwa korban dikubur di lahan kosong di wilayah Benhil,” ungkap Seala.

Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, motif, serta keterlibatan masing-masing tersangka dalam kematian tragis SF. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *