KITAINDONESIASATU.COM – Dalam kehidupan, hampir semua orang mendambakan status sebagai pribadi yang diberkahi. Hidup bahagia, berkecukupan, bebas melakukan hal yang diinginkan, serta menjalani hari-hari dengan aman dan lancar menjadi impian banyak orang.
Dalam ajaran Induksi Tertinggi disebutkan bahwa keberuntungan maupun kesialan sejatinya tidak datang begitu saja.
Semuanya berpulang pada diri sendiri. Perbuatan baik dan buruk akan selalu mengikuti pelakunya, layaknya bayangan yang tak terpisahkan. Seseorang disebut diberkahi karena ia memiliki keberuntungan dan takdir yang baik.
Pada dasarnya, semua itu merupakan hukum sebab akibat. Kebaikan yang ditanam akan berbuah kebaikan, sementara keburukan akan mendatangkan balasannya sendiri.
Karena itu, orang yang benar-benar diberkahi adalah mereka yang lebih dulu menanam benih kebaikan dalam hidupnya.
Dalam Empat Ajaran Liao Fan juga ditegaskan bahwa takdir tidak sepenuhnya ditentukan oleh langit. Nasib diciptakan oleh diri sendiri, dan berkah harus diupayakan secara sadar.




