KITAINDONESIASATU.COM – Kajian mendalam Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari kembali mengulas dimensi spiritual yang menggetarkan jiwa. Memasuki hikmah ke-13, umat diajak merenungkan hambatan terbesar hati dalam mendekat kepada Allah SWT, yaitu keterikatan pada dunia.
Hikmah tersebut berbunyi: “Bagaimana hati dapat bersinar, sementara bayangan duniawi masih melekat pada cerminnya?” Syekh Ibnu Athaillah menegaskan bahwa hati manusia layaknya cermin.
Jika cermin tersebut tertutup debu ilusi dan ambisi duniawi yang berlebihan, maka cahaya makrifat dan kebenaran ilahi tidak akan pernah bisa terpantul di dalamnya.
Para ulama kontemporer mengingatkan bahwa di era modern yang penuh pamer kemewahan ini, hikmah ke-13 menjadi tamparan keras. Manusia sering kali terpenjara oleh angan-angan semu hingga melupakan akhirat.
Untuk membersihkan cermin hati tersebut, seseorang harus mulai mengikis ketamakan dan memperbanyak zikir. Melalui pembersihan batin yang konsisten, hati akan kembali jernih, siap menerima pancaran hidayah, dan menemukan kedamaian sejati yang tidak mampu dibeli oleh materi apa pun di dunia.(*)




