KITAINDONESIASATU.COM – Ukraina kembali memperoleh koneksi stabil melalui jaringan internet satelit Starlink setelah militernya mengalami pembatasan layanan selama beberapa hari.
Insiden tersebut mendorong Kyiv mempercepat upaya membangun sistem komunikasi satelit alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan milik Elon Musk.
Starlink dan layanan khusus militer Starshield selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasi militer Ukraina, termasuk pengendalian drone.
Gangguan konektivitas sebelumnya dilaporkan memengaruhi kemampuan drone yang bergerak dengan kecepatan sekitar 161 kilometer per jam atau lebih.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat membantah tuduhan bahwa dirinya meminta pembatasan layanan tersebut. Namun, Trump kemudian menyatakan telah meminta Musk memulihkan koneksi Starlink di Ukraina.
Ukraina Jajaki Kerja Sama dengan Nokia dan ICEYE
Menteri Pertahanan Ukraina Yevhenii Khmara menyebut konektivitas kini memungkinkan pengoperasian drone dengan kecepatan lebih dari 400 kilometer per jam. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan jaringan telah kembali pulih.
Meski demikian, Ukraina tidak ingin sepenuhnya bergantung pada satu penyedia teknologi. Kementerian Pertahanan negara itu menandatangani pernyataan minat untuk mengembangkan kemampuan pertahanan dan komunikasi satelit bersama Nokia dari Finlandia serta ICEYE, perusahaan pembuat satelit.
Presiden Volodymyr Zelenskyy juga mengumumkan kerja sama dengan Norwegia untuk mengembangkan sistem pertahanan udara dan komunikasi sebagai alternatif Starshield.





