Sementara itu, pada kelompok yang tidak mengonsumsinya, angka tersebut mencapai 33,6 persen.
Bahkan setelah mempertimbangkan berbagai faktor pendukung seperti usia, kondisi kesehatan awal, serta pola hidup yang dijalani, penelitian ini tetap menyimpulkan bahwa kebiasaan mengonsumsi cabai memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan usia harapan hidup, meskipun dampak tersebut terbilang tidak terlalu besar.
Hal ini semakin memperkuat pembahasan mengenai manfaat makanan pedas bagi kesehatan yang tengah menjadi perhatian banyak pihak.
Penelitian lanjutan
Setelah penelitian tersebut dipublikasikan, berbagai kajian lanjutan turut dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai topik ini, salah satunya adalah analisis yang dirilis pada tahun 2020.
Kajian yang dipresentasikan dalam Sesi Ilmiah Asosiasi Jantung Amerika ini menggabungkan hasil dari empat penelitian besar yang melibatkan lebih dari 570.000 orang yang tersebar di Amerika Serikat, Italia, Tiongkok, dan Iran, dengan fokus utama meneliti kebiasaan mengonsumsi makanan pedas.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang rutin mengonsumsi cabai memiliki risiko kematian akibat gangguan jantung dan pembuluh darah yang lebih rendah sebesar 26 persen, risiko kematian akibat penyakit kanker menurun sebesar 23 persen, serta risiko kematian akibat penyebab lain juga berkurang sebesar 25 persen.

