KITAINDONESIASATU.COM – Kitab Al-Hikam karangan Syekh Ibn Ata’illah as-Sakandari senantiasa menjadi panduan spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Pada hikmah ke-42, beliau mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keikhlasan dan ketulusan niat dalam setiap amal ibadah yang dilakukan sehari-hari.
Syekh Ibn Ata’illah menegaskan bahwa wujud lahiriah dari suatu amal hanyalah sekadar kerangka atau jasad. Adapun yang menjadi roh atau nyawa dari amal tersebut adalah hadirnya rahasia keikhlasan (sirr al-ikhlash) di dalamnya.
Tanpa niat yang murni karena Allah, ibadah yang tampak besar dan megah di mata manusia akan kehilangan bobot serta maknanya di hadapan Sang Pencipta.
Hikmah ini menjadi teguran halus agar kita tidak terjebak pada formalitas ritual semata. Keikhlasan menuntut pembersihan hati dari rasa ingin dipuji, pamer, maupun harapan akan balasan duniawi.
Ketika hati bergerak tulus hanya demi mendekatkan diri kepada Allah, setiap amal kecil pun akan bernilai sangat agung. Memahami hikmah ke-42 ini mengajak kita untuk terus mengevaluasi niat agar setiap langkah ibadah benar-benar hidup dan bernilai di sisi-Nya.(*)



