2. Kadar Gula Darah Bisa Lebih Terkendali
Vitamin D juga diteliti karena berpotensi membantu memperbaiki beberapa indikator pengendalian gula darah, terutama pada orang yang mengalami kekurangan vitamin tersebut.
Dua indikator yang sering digunakan adalah gula darah puasa atau fasting blood glucose (FBG) dan hemoglobin terglikasi (HbA1c). FBG menunjukkan kadar gula darah setelah seseorang berpuasa, sedangkan HbA1c menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.
Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin D berkaitan dengan penurunan kedua indikator tersebut. Efeknya, bagaimanapun, tidak selalu sama pada setiap peserta penelitian.
Studi pada 2023 yang dirangkum dalam sumber artikel menunjukkan bahwa manfaat terhadap kadar gula darah mungkin lebih terlihat pada kondisi atau kelompok tertentu, termasuk dalam penelitian yang menggunakan dosis lebih tinggi untuk periode terbatas.
Di sisi lain, sejumlah uji klinis tidak menemukan perubahan berarti pada kadar gula darah peserta, baik pada mereka yang menderita diabetes maupun yang tidak.
Karena itu, vitamin D belum dapat dianggap sebagai solusi tunggal untuk menurunkan gula darah. Pengaruhnya perlu dilihat bersama kondisi kesehatan dan penanganan medis yang dijalani seseorang.





