Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa efek kafein terhadap umur panjang manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Mereka mengingatkan bahwa studi ini masih berada pada tahap laboratorium dan belum bisa disimpulkan langsung berlaku pada manusia.
Selain itu, efek kafein juga dinilai cukup kompleks.
Dalam beberapa kondisi, kafein justru dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap kerusakan DNA ketika tubuh mengalami tekanan tambahan.
Karena itu, para peneliti menilai konsumsi kopi tetap perlu dilakukan secara wajar dan seimbang.
Menariknya, jalur biologis AMPK sendiri saat ini menjadi fokus berbagai penelitian kesehatan modern, termasuk pengembangan terapi anti penuaan dan obat metabolik seperti Metformin.
Buka peluang baru
Peneliti utama studi tersebut, Charalambus Rallis, mengatakan kafein ternyata memiliki peran lebih luas dibanding sekadar membantu seseorang tetap terjaga.



