KITAINDONESIASATU.COM – Mimpi sering dianggap sebagai bunga tidur biasa. Namun bagi Sigmund Freud, mimpi memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Tokoh psikologi asal Austria tersebut meyakini bahwa mimpi merupakan jalan menuju alam bawah sadar manusia yang menyimpan berbagai keinginan, emosi, hingga konflik tersembunyi.
Teori mimpi menurut Sigmund Freud hingga kini masih menjadi salah satu pembahasan paling populer dalam dunia psikologi.
Banyak orang penasaran mengapa mimpi bisa terasa nyata, aneh, bahkan terkadang berkaitan dengan pengalaman hidup sehari-hari.
Teori Mimpi Menurut Sigmund Freud
Dalam teori psikoanalisis, Freud menjelaskan bahwa mimpi adalah bentuk ekspresi dari keinginan yang terpendam di alam bawah sadar.
Keinginan tersebut bisa berupa rasa takut, harapan, trauma, hingga dorongan emosional yang tidak tersampaikan saat seseorang sadar.
Freud membagi mimpi menjadi dua bagian utama, yaitu isi nyata dan isi tersembunyi. Isi nyata adalah gambaran mimpi yang diingat seseorang setelah bangun tidur.
Sementara isi tersembunyi merupakan makna psikologis yang ada di balik mimpi tersebut.
Menurut Freud, alam bawah sadar manusia terus bekerja meskipun tubuh sedang beristirahat.
Karena itu, berbagai simbol dalam mimpi dianggap mewakili emosi atau konflik tertentu yang sedang dialami seseorang.


