Kafein dapat memengaruhi reseptor adenosin, aktivitas sistem saraf simpatik, serta pengeluaran energi. Sementara itu, asam klorogenat diketahui berperan dalam berbagai proses yang berkaitan dengan metabolisme glukosa dan lemak.
Interaksi berbagai senyawa tersebut diduga dapat memberikan pengaruh terhadap tubuh. Namun, mekanisme pastinya masih perlu diteliti lebih lanjut agar hubungan antara manfaat kopi, metabolisme, dan hormon dapat dipahami secara lebih jelas.
Jangan Berlebihan Minum Kopi
Meski hasil penelitian menunjukkan sejumlah temuan menarik, para peneliti mengingatkan pentingnya memperhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi.
Dr. Luca Beroeste dari University of Oulu menyarankan agar konsumsi kafein tidak melebihi 400 miligram per hari, yang secara umum setara dengan sekitar empat cangkir kopi. Jumlah kafein sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung jenis kopi dan cara penyajiannya.
Peneliti juga menegaskan bahwa studi lanjutan dengan periode pengamatan yang lebih panjang masih diperlukan untuk memastikan temuan tersebut.



