Sementara itu, riset awal menunjukkan bahwa kunyit berpotensi membantu memperbaiki profil lipid darah, meski masih memerlukan penelitian lanjutan.
Meski alami, kedua suplemen ini tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Dosis magnesium yang terlalu tinggi dapat memicu diare dan gangguan pencernaan, bahkan berinteraksi dengan obat tertentu.
Sementara konsumsi kunyit jangka panjang dalam dosis besar juga berpotensi menimbulkan masalah pencernaan pada sebagian orang.
Mana yang Lebih Tepat?
Secara umum, kunyit lebih tepat untuk mengatasi peradangan secara langsung, sementara magnesium berperan menjaga keseimbangan dan mendukung sistem tubuh secara menyeluruh. Konsultasi dengan tenaga medis tetap disarankan sebelum rutin mengonsumsi suplemen apa pun.***

