Selain itu, kegiatan budaya juga memberi ruang untuk bersosialisasi, berefleksi, dan mengekspresikan emosi sehingga berdampak baik bagi kesehatan mental.
Ahli geriatri asal Amerika Serikat, Angela Hsu, mengatakan aktivitas seperti membaca, menari, dan menggambar dapat merangsang berbagai area otak secara bersamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut membantu melatih konsentrasi, kemampuan bahasa, koordinasi tubuh, hingga proses pengolahan informasi.
Stimulasi yang terus dilakukan diyakini dapat membantu memperkuat koneksi saraf dan menjaga fungsi kognitif tetap optimal seiring bertambahnya usia.
Para peneliti pun menyarankan agar aktivitas seni dan budaya dilakukan secara rutin, idealnya setidaknya sekali dalam seminggu.
Namun, mereka menekankan bahwa faktor terpenting bukan sekadar frekuensi, melainkan konsistensi, rasa senang, dan variasi aktivitas yang dilakukan.***



