2. Stabilkan Dosis, Sesuaikan Waktu Minum
Kabar baiknya, Anda tidak perlu mengubah dosis obat yang sudah ditentukan dokter. Dr. Al-Hadithi menjelaskan bahwa dosis harian umumnya bisa dipertahankan sama persis.
Yang perlu disesuaikan adalah waktu konsumsinya. Kuncinya adalah mencocokkan waktu minum obat dengan pola tidur aktual selama Ramadhan, bukan berdasarkan nama waktu seperti “pagi” atau “sore” dalam arti tradisional .
Apakah Anda tidur setelah shalat Tarawih? Atau justru begadang hingga sahur? Waktu minum obat harus mengikuti ritme tidur-bangun Anda yang baru.
Inilah mengapa konsultasi dokter sebelum Ramadhan menjadi sangat krusial, idealnya dilakukan dua minggu sebelum bulan suci tiba .
3. Hubungkan Waktu Minum dengan Fungsi Obat
Tidak semua obat diciptakan sama, dan waktu minumnya harus disesuaikan dengan fungsinya. Dr. Al-Hadithi memberikan panduan praktis:
Obat yang memicu kantuk (misalnya beberapa antipsikotik atau penstabil suasana hati) sebaiknya diminum tepat sebelum periode tidur utama Anda.



