KITAINDONESIASATU.COM— Pengajian rutin kitab Al-Hikam karya Syekh Ibn Ata’illah as-Sakandari kembali menggelar pembahasan mendalam mengenai hikmah ke-36. Hikmah ini menitikberatkan pada penyucian hati dari rasa takut terhadap urusan rezeki dan masa depan.
Dalam petikannya, Syekh Ibn Ata’illah mengingatkan bahwa kekhawatiran berlebih terhadap kebutuhan hidup merupakan tanda lemahnya prasangka baik kepada Allah SWT. Rezeki setiap makhluk telah dijamin sejak dalam kandungan, sehingga tugas utama manusia adalah berikhtiar secara jujur dan bertawakal sepenuhnya.
“Menanggung beban pikiran atas apa yang sudah dijamin oleh Sang Pencipta hanya akan menguras energi rohani dan menjauhkan fokus kita dari beribadah,” ungkap ustadz penceramah dalam kajian tersebut.
Hikmah ke-36 ini memberikan tuntunan agar umat Muslim tidak terjebak dalam kecemasan materialis yang membelenggu jiwa.
Dengan memahami hikmah ini, seorang hamba diharapkan mampu meraih ketenangan batin (tuma’ninah) dan menyadarkan diri bahwa ketakutan akan kemiskinan justru sering kali menjadi celah bagi bisikan setan. Ketenangan sejati hanya diperoleh saat hati bersandar penuh pada ketetapan Rabb Semesta Alam.(*)



