Para ilmuwan menilai hasil riset ini penting karena melibatkan sampel besar dan mempertimbangkan faktor genetik serta sosial, yang kerap diabaikan dalam penelitian sebelumnya.
Kesimpulannya, temuan ini mendorong peninjauan ulang stigma negatif terhadap video game. Jika digunakan secara moderat dan seimbang, beberapa jenis permainan digital berpotensi membantu mengasah kemampuan kognitif anak.***


