Kenaikan IQ tersebut bukan sekadar angka statistik. Para peneliti menemukan peningkatan nyata pada berbagai kemampuan kognitif, termasuk pemahaman membaca, pemrosesan visual-spasial, memori, fleksibilitas berpikir, hingga pengendalian diri.
Menariknya, aktivitas layar lain seperti menonton televisi atau berselancar di media sosial tidak menunjukkan dampak signifikan, baik positif maupun negatif, terhadap kecerdasan anak. Temuan ini menambah perspektif baru dalam perdebatan soal batas aman “screen time”.
Ilmuwan saraf dari Institut Karolinska, Torkel Klingberg, menyebut hasil ini memperkuat pandangan bahwa waktu layar tidak selalu merusak kemampuan kognitif.
Menurutnya, kecerdasan bukanlah sifat statis, melainkan dapat berkembang seiring pengalaman dan stimulasi yang tepat.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Penelitian ini juga tidak membedakan jenis video game yang dimainkan, serta belum mengkaji dampaknya terhadap aktivitas fisik, tidur, kesehatan mental, atau prestasi sekolah.


