Lifestyle

Benteng Amsterdam: Arsitektur Tua dan Pemandangan Memukau di Maluku

×

Benteng Amsterdam: Arsitektur Tua dan Pemandangan Memukau di Maluku

Sebarkan artikel ini
FotoJet 49
Benteng Amsterdam di Maluku

KITAINDONESIASATU.COM – Benteng Amsterdam terletak di perbatasan antara Negeri Hila dan Negeri Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, sekitar 42 km dari kota Ambon.

Pengunjung dapat memasuki benteng ini tanpa dikenakan biaya masuk.

Benteng ini memiliki sejarah yang menarik sebagai bangunan kedua yang didirikan oleh Belanda setelah Kastil Vanveere di Negeri Seith dihancurkan.

Sebagai salah satu bangunan tua berusia ratusan tahun, Benteng Amsterdam merupakan bagian penting dari sejarah penjajahan VOC di Ambon, Maluku.

Keunikan dari benteng ini terletak pada desain arsitekturnya.

Benteng Amsterdam memiliki bentuk yang menyerupai rumah biasa dengan tiga lantai.

Lantai pertama digunakan sebagai tempat tidur bagi para prajurit, lantai kedua difungsikan sebagai ruang pertemuan, dan lantai ketiga menjadi pos pengawasan.

Di samping bangunan utama terdapat sebuah menara yang digunakan untuk memantau situasi di sekitarnya.

Pengunjung yang berdiri di atas menara dapat menikmati pemandangan indah Pantai Hila dan Pulau Seram melalui jendela yang ada, meski perlu berhati-hati karena tangga menara sudah cukup usang.

Di luar gerbang utama benteng, terdapat berbagai benda penyimpanan yang berasal dari masa lalu benteng ini.

Begitu memasuki benteng, pengunjung akan menemukan prasasti yang menyebutkan lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Prasasti tersebut mencatat bahwa Benteng Amsterdam mulai dibangun oleh Gerard Demmer pada tahun 1642 dan kemudian diperluas oleh Arnold De Vlaming Van Ouds Hoorn antara tahun 1649 hingga 1656.

Benteng ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah yang besar, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang mempesona dengan pemandangan alam yang menakjubkan.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *